Puisi di buku catatan lamamu, katanya itu tandanya kamu pernah jatuh cinta sekaligus patah hati, ya sebagai pelepas rasa yang kau pendam. Cinta yang tak sampai, atau rindu yang tak tau pemiliknya atau bahkan sambatan ketika kau kesal. Tak ada yang salah dari hanya sekedar menulis. Tapi mungkin ini lebih mirip coretan di buku harian anak sekolahan.
- Menari -
Aku duduk di halaman belakang
Menatap langit mendung
Deru angin seakan berbisik, bertanya
Hei, apa kau menyerah?
Hujan kata kata turun begitu deras
Kilauan mata itu kembali teringat jelas
Kenapa aku menangis?
Bersamaan dengan turunnya sang hujan
Air mata itu mengalir
Aku hanya, hanya menatap bayanganku
Yang dengan cepat menghilang oleh tetesan hujan
Hei! Bukannya ini yang kau mau?
Ketenangan! Sendiri! Tidak ada yang mengganggu!
lalu kenapa kau menari dengan kesedihan?
Aku menarik nafas, menghela panjang
Kau tahu, hidup memang penuh kontradiksi
***
- Aku hanya -
Agar tak terjatuh, aku terus melihat kebawah
Hidup, kehidupan penuh dengan kompromi
Hati atau takdir, lagu cinta ataupun kehidupan
Satupun tak ada yang kupercaya
Jika tidak menghasilkan sesuatu tidak ada artinya
Dengan sengaja kuhapus mimpi yang kutulis, Berbaring dan menunggu batas waktu tiba
Aku hanya,
hanya memejamkan mataku,
ku lukiskan kehadiranmu
Satu hal lagi dimataku
Semua ini tentang mu
***
- Bunga sepi -
Sejak malam tadi aku bersiap
Semuanya tampak berantakan,
Aku tidak tahu apa yang harus dlakukan
Perlahan air mata mengalir, tanpa sengaja ku ucapkan
“Sampai Jumpa”
Lalu aku berjalan dibawah langit malam,
Dengan udara dingin menusuk
Dan sekali lagi kusadari
Kamu sudah tidak lagi di sampingku
Tatapan hangat itu
Lebih dari apapun, aku sangat merindukannya
Sedikit lagi
Jangan lupakan
Ku harap kau tidak melupakannya
Bunga yang kesepian
***
- Untitled -
Pagi ini aku bangun
Lebih siang dari pada biasanya
Tanpa sadar aku bertumbuh dewasa
Memulai hari dengan kenangan
Lalu berjalan melintasi keramaian
Aku masih belum menyadarinya
Matahari pagi itu begitu hangat
Kemudian orang-orang menyapa
Aku kembali berjalan
Kemudian aku menyadari, kamu ada disana
Hanya diam, begitu malu
Bagiku itu sangat meneduhkan
Aku tidak dapat mengejarmu
***
- Gantung -
Deras tetesan hujan
Aku hanya menatap kosong layar laptop
Sepintas aku teringat
Masa ketika melihat langit biru penuh harap
Menghapus air mataku yang jatuh
"Kenapa hatiku terasa begitu sakit?”
Mata ke mata, akupun bertanya
“apa yang ingin kau mulai?”
***
Komentar
Posting Komentar