| dokumentasi pribadi |
Hari-hari berlalu begitu cepat, bangun subuh dilanjutkan dengan tidur pagi, siang yang juga cuman bengong memperhatikan monitor laptop dan tugas tugas aku masih susah untuk bisa mengerti, sore yang biasanya ketiduran gara-gara melamun dan mencoba ide-ide yang tak pernah kuselesaikan, beranjak malam dengan rasa yang sama setiap harinya.
"Kau kenapa?" tanya seorang teman yg duduk di sebelahku, mereka kesini setiap hari minggu main game bareng untuk mengisi waktu yang sebenarnya selalu kosong.
aku hanya diam dan memalingkan mata.
Saat itu terik panas dari luar menyelinap masuk, kipas dengan level 3 saja tak mampu menepis keringat, "ah sial panas banget hari ini" sambil mengibas-ngibaskan baju.
"Woooo", teriak mereka saat berhasil mendapatkan figur 3d bintang lima hasil gacha game online yang katanya 'wibu'. aku masih asik dengan musik dan project desain logo yang menguras isi kepala.
"Tutup mata mengarungi lorong waktu"
"Jangan patah arang saat hasil belum menentu" patahan lirik lagu .feast saat aku sedang merasakan art block.
ah aku menyerah, lanjutin besok deh.
aku berbaring sejenak, menarik nafas, "pengen makan ramen".
***
Berjalan dilorong pintu pesawat orang-orang cukup sibuk dengan barang bawaan masing-masing, aku mendapat kursi tengah dibagian belakang.
"Masih kosong".
Terbang menuju CGK, aku hanya bengong, disebelah kiriku dekat jendela, seorang mahasiswi yang anggun tengah membaca buku karyanya Alvi Syahrin jika aku tidak keliru, ntah kenapa aku selalu tertarik pada orang yang penuh dengan literasi, tapi tak lama ia merogoh gawainya memosisikan buku disamping jendela pesawat.
"ah sial" benar-benar anak jaman sekarang, aku kira memang hobi membaca, ternyata sekadar untuk cerita estetik instagram, duhhh.
Sebenarnya kami sempat berbincang tipis, ya kau tau seperti orang yg baru bertemu, percakapan basa basi, ya meski tak seremeh itu at least aku ga hanya bengong menatap layar kursi pesawat yang berisi jam dan rute penerbangan. Kemudian kami berpisah di lorong kedatangan dan transit. Lalu aku bahkan langsung lupa bagaimana wajahnya.
Yah sudah berapa banyak orang yang ku temui untuk pertama dan terakhir tanpa mengenal mereka. Tapi biarlah jadi pengisi bengong saat aku kehabisan ide.
***
Hotel bintang lima katanya!
Tidak salah sih, sejauh yang pernah aku rasakan di hotel-hotel lain, ini bisa dibilang yang terbaik, aku sering berhenti cukup lama di lorong hotel ini demi menatap lukisan-lukisan yang agak 'serem'.
Interior hotel ini bergaya klasik namun tak terlihat kuno dengan pegawai yang selalu menyapa ketika berpapasan di lorong antar kamar-kamar. Tapi tetap saja soal makanan warteg Bu Tatang masih jadi nomer satu di daftar makanan enak yang pernah ku coba di Bandung, tapi banyaknya pilihan menu makanan di sini lebih dari cukup untuk membayar rasa yang mungkin sedikit kurang pas.
Di acara formal begini rambut keriting ku seakan enggan bersahabat, susah sekali mengaturnya, shampo hotel lagi-lagi, rambutku sampai tak bisa disisir, ah sudahlah yang penting pede kata orang.
Tepuk tangan, tak biasanya diriku suka mendengarkan sambutan acara tapi "yap" kali ini cukup menarik untuk di dengarkan, meski begitu mataku tetap menjaga tajam layar laptop di depanku memantau setiap partisipan dan chatbox yang masuk di acara semi daring itu, hingga akhir acara.
Satu, dua, puluhan cekrek foto di pembukaan acara, eittss jangan lupa di upload ke cerita instagram, ya aku salah satu orang muda yang tak mau terlihat begitu menganggur, meskipun foto foto tersebut tak selalu menggambarkan apa yang kita bagikan.
***
Aku itu skeptis masalah hantu-hantuan, ayolah apanya yang mengerikan dari sebuah kamar hotel yang rapih, atau lorong yang jarang dilalui orang, ya aku tau lukisan lukisan itu memang sedikit menyebalkan tapi tetap saja. Sambil mengunyah pizza yang hampir dingin itu setelah keramaian satu persatu orang berjalan keluar hingga akhirnya ruangan lenggang diselingi sesekali suara mendengkur.
Aku yang masih menatap langit langit yang lampunya sebagian padam kemudian teringat "Parade Kesepian" yang bait lagunya cukup sederhana
Jangan lupakan!
Sejak kau tak ada
dengan kenangan yang tak akan mengering ini
dengan lagu yang tak akan hilang ini
akan lebih baik, sedikit lebih lama
Parade Kesepian
Komentar
Posting Komentar