Langsung ke konten utama

Perkenalan Fotografi

Halo Sobat Phototive!
Kalian yang buka artikel ini tentu pengen mengenal yg namanya fotografi.

Fotografi sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu "photos" artinya cahaya dan "grafos" artinya menggambar/ melukis. Sedangkan orang yang melakukan fotografi disebut fotografer. Memang benar bila mengatakan fotografi itu melukis dengan cahaya, karena pada dasarnya kamera yang digunakan dalam fotografi adalah alat yang memiliki sensor untuk menangkap cahaya.

Terdapat beberapa macam jenis fotografi hal ini didasari oleh objek apa yg diambil dalam foto tersebut, contohnya seperti

1. Potrait
Foto bertujuan untuk menunjukan ekspresi dan objek dalam keseharian.
2. Human Interest
Hasil dari fotografi ini berupa penggambaran manusia dan interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari hari.
3. Still Life
Berupa foto 'benda mati' namun menarik untuk dilihat dan interaktif, biasanya digunakan untuk iklan produk.
4. Sport
Fotografi yg menangkap momen menarik dalam kegiatan olahraga yg bisanya memiliki gerakan cepat
5. Natural
Berkaitan dengan foto lingkungan berupa tanaman, hewan, ataupun landskap.
6. Jurnalistik
Fotografi ini digunakan untuk kepentingan penyampaian informasi melalui gambar atau juga digunakan untuk kepentingan pers.

Prinsip Penggunaan Kamera
Seperti yang sudah disinggung diawal, kamera adalah alat untuk menangkap cahaya yg kemudian dicitrakan dalam bentuk film atau data digital. prinsipnya sama seperti mata mampu melihat objek karena pantulan cahaya yg kemudian diterima oleh retina. begitupula dengan kamera cahaya yg dipantulkan objek akan masuk ke lensa menuju diafragma kemudian akan diteruskan ke sensor kamera.

Dasar Pemotretan
Untuk memulai fotografi tentunya kita harus paham bagaimana caranya menggunakan kamera, terdapat 3 komponen dasar yg sangat menentukan hasil dari foto atau video yang kalian ambil, dalam hal ini saya menggunakan kamera DSLR entry level yaitu Nikon D3200
1. Shutter Speed
Sederhananya shutter speed ini adalah setting untuk menentukan berapa lama kamera akan mengambil cahaya untuk diteruskan ke sensor. Semakin besar nilai shutter kalian semakin lama proses pengambilan gambar dan semakin terang hasil foto yang kalian dapatkan. namun shutter speed yg besar dapat menyebabkan blur apabila objek melakukan banyak pergerakan
2. Aperture (diafragma)
Fungsinya mengatur jumlah cahaya yang masuk semakin kecil nilai f/ pada kamera kalian semakin terang hasil gambar dan juga nilai dai fstop ini dapat menentukan depth of field (DoF) makin kecil maka objek akan semakin tajam dan background akan tampak kabur.
3. ISO
Merupakan setting untuk menambahkan cahaya melalui sistem pada kamera, akan sangat berguna dalam keadaan low light namun semakin tinggi ISO semakin banyak noise pada gambar berupa bintik bintik hijau atau bintik warna.

Light Metering
Di dalam kamera terdapat alat untuk mengukur intensitas cahaya, fungsinya untuk mengetahui apakah foto yg akan kita hasilkan itu pencahayaannya sudah sesuai atau masih overexposure ataupun underexposure. Terdapat 3 setting untuk light metering yaitu Evaluative, Center Weight, dan Center.

Angle Foto
selain mempelajari cara penggunaan kamera kalian tentunya harus mengetahui berbagai macam jenis angle pada foto, seperti Bird-eye angle, High angle, Normal, Low Angle, dan lain lain.

Jangan takut untuk belajar fotografi meski kamu belum memiliki gear yg bagus, fotografi tidak harus menggunakan kamera yang mahal yang pertama paling penting adalah kemampuan dan pemahaman kita tentang fotografi sehingga dapat menghasilkan Seni yg Bernilai, semua orang hebat bermula dari hal sederhana.
Selama kita terus mencoba dan berusaha tak ada yang tidak mungkin, meski mungkin photografi hanya sekedar hobi namun tidak rugi untuk dipelajari karena bisa jadi pekerjaan-pekerjaan lainya juga melibatkan pengambilan gambar. Salam 












Komentar